Oleh : Farij Nurmahdi
Kontribusi R.A Kartini sangat besar bagi wanita di negeri
ini untuk melepas dari stigma kebanyakan orang di masanya bahwa wanita hanya
berada di ruang lingkup Kasur, sumur dan dapur.
Wanita tidak boleh mengenyam pendidikan, wanita tidak perlu
bekerja seperti lelaki adalah rantai diskriminatif di masanya itu sangat
merusak wanita sebagai mahluk indah yang diciptakan Tuhan.
Tetapi di masa modern ini, kesalahpahaman wanita dalam
mentafsirkan bahwa wanita setara dengan lelaki menjadi boomerang hingga bahkan
melupakan kewajiban sebagai wanita itu sendiri dan bukan saja haknya yang
ditunaikan.
Jika dahulu ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ diartikan sebagai
wanita yang keluar dari jeratan ketidakbebasan menuntut hak-hak sebagai wanita
tetapi tidak meninggalkan kewajibannya sebagai wanita dan hidup sebagai mahluk
pada umumnya maka sekarang ini ‘Habis Manis Sepah Dibuang’ lebih bisa
disematkan bagi mereka yang keliru dan malah melecehkan diri mereka sendiri.
Secara umum, wanita sudah tidak lagi dipenjara dalam
kegelapan, tidak lagi dilarang untuk bekerja, sekolah dan memberikan
pendapatnya atau bahkan membuat sebuah komunitas untuk menyampaikan aspirasi
dari isi kepala wanita.
Namun secara pengamatan penulis, wanita modern yang terlalu
kebablasan justru tidak sedikit menurunkan derajatnya sebagai mahluk mulia yang
harus dijaga keindahannya.
Mereka lebih disibukkan dengan bekerja sampai lupa dengan
kewajibannya sebagai wanita yang harus patuh terhadap lelakinya, tidak lagi
menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya, menelantarkan keharmonisan keluarga
hingga berujung pada pekerjaan yang menurunkan kehormatannya.
Wanita yang salah mengartikan hanya lebih mementingkan
hak-haknya ketimbang kewajibannya. Mereka bersembunyi dibalik emansipasi untuk
menuntut ‘ketidakadilan’ dan berujung pada memutarbalikkan makna didalamnya.
Di era modern memang perlu lahir Kartini-kartini pejuang
emansipasi tetapi dunia tidak butuh wanita yang kemudian mengenyampingkan
kewajibannya.
Andai kesalahan dalam memaknai terus menerus terjadi, wanita
sama saja akan hilang kemuliaannya.






