Senin, 20 April 2020

HUJAN DUIT BAGI KORUPTOR


Oleh : Farij Nurmahdi

Indeks Presepsi Korupsi (IPK) yang dirilis Transparency International (TI) tahun 2018 menunjukkan Indonesia berada diperingkat ke 89 dari 180 negara dengan poin 38 dari skala 0-100. Sedangkan di Asia Tenggara, Indonesia berada diurutan keempat menyusul Singapura, Brunei Darussalam dan Malaysia.[1]
Apakah menjamin negara Indonesia aman dari koruptor di masa wabah virus Corona?
Jika ditarik kebelakang pada masa reformasi, Visi Indonesia 2020 pada Ketetapan MPR RI VII/MPR/2001 Tentang Visi Indonesia Masa Depan artinya dua puluh tahun kurang atau tahun 2020 ini adalah penilaian terwujud atau tidaknya visi tersebut.
Tertulis di sana terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelanggaraan negara.
Sekarang, para koruptor yang bersembunyi bak tikus akan berpesta pora jika pemerintah tidak serius memantau aliran dana bantuan untuk masyarakat di seluruh Indonesia dan pemberantasan korupsi masing setengah-setengah. Mereka akan melahap semua yang ada didepan mata tanpa pengawasan dan lengah dana akan hilang sekejap.
Besar anggaran yang disiapkan untuk diberikan pada rakyat demi keberlangsungan hidup sebab virus Corona yang menyebar ke 109 negara sangatlah besar, terlebih virus Corona ini berdampak pada efektivitas pertumbuhan ekonomi. Tertuang besarannya dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yakni senilai 405,1 triliun.
Bantuan pemerintah saat Pandemi Corona saat ini beragam dari Program PHK, Subsidi dan Listrik Gratis, Peringanan cicilan Ojol hingga Kartu Prakerja yang diluncurkan April tahun ini belum lagi bantuan Dana Desa yang jadi program unggulan pemerintah sejak tahun 2014.
Seandainya pemerintah hanya mengucurkan dana tanpa pemantauan ketat dan tepat sasaran maka dana besar yang telah digelontorkan ke daerah akan pergi ke kantong pribadi maupun kelompok haus akan kekayaan.
Terbayang para koruptor ditengah pandemi Corona akan sejahtera menikmati hujan duit dari pemerintah yang tidak serius menjaganya apalagi setelah badai berlalu sedangkan rakyat akan sengsara dan meronta-ronta karena bantuannya disembunyikan oleh orang-orang rakus tak malu dosa.
[1] Sumber : katadata.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar