
Oleh : Farij Nurmahdi
Indeks Presepsi Korupsi (IPK)
yang dirilis Transparency International (TI) tahun 2018 menunjukkan Indonesia
berada diperingkat ke 89 dari 180 negara dengan poin 38 dari skala 0-100.
Sedangkan di Asia Tenggara, Indonesia berada diurutan keempat menyusul
Singapura, Brunei Darussalam dan Malaysia.[1]
Apakah menjamin negara Indonesia
aman dari koruptor di masa wabah virus Corona?
Jika ditarik kebelakang pada masa
reformasi, Visi Indonesia 2020 pada Ketetapan MPR RI VII/MPR/2001 Tentang Visi
Indonesia Masa Depan artinya dua puluh tahun kurang atau tahun 2020 ini adalah
penilaian terwujud atau tidaknya visi tersebut.
Tertulis di sana terwujudnya
masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil,
sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelanggaraan negara.
Sekarang, para koruptor yang
bersembunyi bak tikus akan berpesta pora jika pemerintah tidak serius memantau
aliran dana bantuan untuk masyarakat di seluruh Indonesia dan pemberantasan
korupsi masing setengah-setengah. Mereka akan melahap semua yang ada didepan
mata tanpa pengawasan dan lengah dana akan hilang sekejap.
Besar anggaran yang disiapkan
untuk diberikan pada rakyat demi keberlangsungan hidup sebab virus Corona yang
menyebar ke 109 negara sangatlah besar, terlebih virus Corona ini berdampak
pada efektivitas pertumbuhan ekonomi. Tertuang besarannya dalam Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yakni senilai 405,1 triliun.
Bantuan pemerintah saat Pandemi
Corona saat ini beragam dari Program PHK, Subsidi dan Listrik Gratis,
Peringanan cicilan Ojol hingga Kartu Prakerja yang diluncurkan April tahun ini
belum lagi bantuan Dana Desa yang jadi program unggulan pemerintah sejak tahun
2014.
Seandainya pemerintah hanya
mengucurkan dana tanpa pemantauan ketat dan tepat sasaran maka dana besar yang
telah digelontorkan ke daerah akan pergi ke kantong pribadi maupun kelompok
haus akan kekayaan.
Terbayang para koruptor ditengah
pandemi Corona akan sejahtera menikmati hujan duit dari pemerintah yang tidak
serius menjaganya apalagi setelah badai berlalu sedangkan rakyat akan sengsara
dan meronta-ronta karena bantuannya disembunyikan oleh orang-orang rakus tak
malu dosa.
[1] Sumber : katadata.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar