Oleh : Farij Nurmahdi
Entah apa yang ada dipikiran masyarakat tanah air ini sejak
virus Corona terdeteksi telah tersebar di beberapa wilayah?
Negeri yang dianggap paling 'santuy' ini berada diantara
'terlalu menyepelekan' tetapi juga berada pada kepanikan atau 'terlalu
membesarkan perkara' terhadap kasus penyakit 'ghaib' belakangan.
PSBB yang telah pemerintah upayakan untuk mencegah penyebaran
virus 'menyusahkan seluruh negara di dunia' dan melakukan konferensi pers
mengenai perkembangan virus ini sebagai langkah selanjutnya tidak begitu
pengaruh dan terdengar lelucon. Ada saja masyarakat yang masih berada di kerumunan
dan tetap santuy seolah 6.760 lebih kasus terdampak virus Corona tidak terjadi
atau dianggap data statistik yang diadakan.
Bukan saja menghiraukan data yang ada, ritual keagamaan yang
dihibau untuk dilakukan sendiri di wilayah zona merah yang penyebaran virusnya
pesat tidak dihiraukan.
Di Masjid Kebon Jeruk sebagai contoh kasus yang akhirnya setiap
jamaah masuk daftar PDP karena telah terjangkit virus yang 'dibawa' oleh orang
yang telah dinyatakan positif.
Namun demikian, dikatakan menyepelekan virus yang telah menyebar
di 200 lebih negara tidak juga. Seperti di salah satu kota yang menolak
penguburan jenazah yang meninggal karena Corona bahkan sampai ada spanduk yang
jelas menolak kedatangan korban wabah yang menggemparkan dunia di awal tahun
2020.
Mungkin pikir masyarakat agar daerah mereka tidak terkena
dampaknya akibat penguburan jenazah tersebut.
Ini pula sama kasusnya seperti pilkada tempo dulu ketika adanya
penolakan jenazah yang telah memilih salah satu Paslon.
Padahal penguburan jenazah yang dilakukan secara SOP medis dan
itu telah diperhitungkan.
Wabah virus Corona ini memang tidak bisa dibilang sepele namun
juga bukan untuk terus dikhawatirkan sampai menolak penguburan jenazah. Selagi
penanganan medis masih bisa mencegah penyebarannya maka melebih-lebihkannya
tidak baik.
Inilah yang sebenarnya kontradiktif bagi negeri ter-'santuy'.
Entah terlalu santai atau pura-pura santai hingga khawatir berlebihan?
Semoga saja masyarakat negeri ini tidak hilang rasa
kemanusiaannya karena manusia tanpa rasa kemanusiaan apalah namanya? Kesemutan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar