Senin, 20 April 2020

MANUSIA KESEMUTAN



Oleh : Farij Nurmahdi
Entah apa yang ada dipikiran masyarakat tanah air ini sejak virus Corona terdeteksi telah tersebar di beberapa wilayah?
Negeri yang dianggap paling 'santuy' ini berada diantara 'terlalu menyepelekan' tetapi juga berada pada kepanikan atau 'terlalu membesarkan perkara' terhadap kasus penyakit 'ghaib' belakangan.
PSBB yang telah pemerintah upayakan untuk mencegah penyebaran virus 'menyusahkan seluruh negara di dunia' dan melakukan konferensi pers mengenai perkembangan virus ini sebagai langkah selanjutnya tidak begitu pengaruh dan terdengar lelucon. Ada saja masyarakat yang masih berada di kerumunan dan tetap santuy seolah 6.760 lebih kasus terdampak virus Corona tidak terjadi atau dianggap data statistik yang diadakan.
Bukan saja menghiraukan data yang ada, ritual keagamaan yang dihibau untuk dilakukan sendiri di wilayah zona merah yang penyebaran virusnya pesat tidak dihiraukan.
Di Masjid Kebon Jeruk sebagai contoh kasus yang akhirnya setiap jamaah masuk daftar PDP karena telah terjangkit virus yang 'dibawa' oleh orang yang telah dinyatakan positif.
Namun demikian, dikatakan menyepelekan virus yang telah menyebar di 200 lebih negara tidak juga. Seperti di salah satu kota yang menolak penguburan jenazah yang meninggal karena Corona bahkan sampai ada spanduk yang jelas menolak kedatangan korban wabah yang menggemparkan dunia di awal tahun 2020.
Mungkin pikir masyarakat agar daerah mereka tidak terkena dampaknya akibat penguburan jenazah tersebut.
Ini pula sama kasusnya seperti pilkada tempo dulu ketika adanya penolakan jenazah yang telah memilih salah satu Paslon.
Padahal penguburan jenazah yang dilakukan secara SOP medis dan itu telah diperhitungkan.
Wabah virus Corona ini memang tidak bisa dibilang sepele namun juga bukan untuk terus dikhawatirkan sampai menolak penguburan jenazah. Selagi penanganan medis masih bisa mencegah penyebarannya maka melebih-lebihkannya tidak baik.
Inilah yang sebenarnya kontradiktif bagi negeri ter-'santuy'. Entah terlalu santai atau pura-pura santai hingga khawatir berlebihan?
Semoga saja masyarakat negeri ini tidak hilang rasa kemanusiaannya karena manusia tanpa rasa kemanusiaan apalah namanya? Kesemutan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar