Minggu, 07 Juni 2020

NEW (WORLD) NORMAL 2020


Oleh : Farij Nurmahdi

NEW (WORLD) NORMAL 2020 | Kapan dunia akan kembali normal? Seperti itulah pertanyaan yang banyak orang katakan.

Perang Korona dengan manusia sejak akhir tahun 2019 tepatnya berawal dari kota Hubei, Tiongkok belum bisa diatasi hingga saat ini. Korban terus berjatuhan dan penyebarannya pesat setiap negara di dunia. Bandelnya virus ini hampir melumpuhkan total aktivitas manusia sehingga kehidupan menjadi tidak normal. Kegiatan ibadah, proses belajar-mengajar, perputaran roda ekonomi dan jalannya pemerintahan terkena dampaknya.

Semua sibuk melawan pasukan tak kasat mata. Senjata canggih atau bahkan nuklir sekalipun yang dimiliki negara adidaya dibuat tak berdaya menghadapi 'Perang ghaib'. Vaksin yang ditunggu belum juga ditemukan untuk melindungi manusia dari ganasnya virus. Penyemprotan desinfektan, jaga jarak, pemakaian masker, pembatasan social, dan protocol medis sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran diterapkan.

Dalam enam bulan terakhir, dibeberapa negara kasus ini sudah melandai dan membuat kebijakan hidup baru ‘New Normal’. Contoh negara yang mulai memberlakukan kehidupan baru adalah Jerman, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Meski kemudian Korea Selatan kembali membatasi aktivitas akibat kasus kembali melonjak tinggi padahal negara tingkat kedisiplinan tinggi.

Di Asia Tenggara seperti Singapura dan Indonesia mulai mengikuti langkah negara-negara tersebut secara bertahap. Tempat ibadah seperti Masjid dan Gereja kembali dibuka dengan peraturan physical distancing, pemakaian masker, penggunaan hand sanitizer dan mempersingkat waktu.

Peristiwa merebaknya pandemic bukan pertama kali terjadi di dunia ini. Indonesia juga terkena dampak yang pada waktu itu masih bernama Hindia Belanda. Sekitar Maret 1918 sampai November 1919 salah satunya. Virus yang dikenal dengan Flu Spanyol walau asal mulanya bukan dari negara pembalap MotoGP bernomor 92 mencengkram bumi hingga menewaskan setidaknya 50 juta jiwa manusia. Catatan tersebut belum dengan kasus yang tidak terdata.

Pesatnya wabah berkembang dan tingginya angka kematian disebabkan oleh regulasi setiap negara, pandemic datang ditengah situasi tiap negara tengah berperang, minimnya pengetahuan maupun kesadaran manusia tentang kesehatan dan alat medis yang belum secanggih sekarang atau tidak memadai.

Kondisi yang terjadi di tahun tersebut maupun peristiwa yang terjadi sebelumnya dapat diambil pelajaran atau cambuk bagi manusia untuk sekarang agar tidak banyak korban berjatuhan, beraktivitas sedia kala dan dunia kembali sehat. Sebab peristiwa seperti ini berdampak luas bagi kehidupan manusia seperti pendidikan, kesehatan dan lebih parahnya ekonomi.

Meskipun tak kasat mata, Lembaga Kesehatan Dunia ‘WHO’ (World Healt Organization) menyatakan bahwa virus ini tidak akan hilang dan beberapa peneliti mengatakan bahwa virus Korona akan bertahan sampai tahun 2021 terkait dengan ditemukannya virus 18 bulan bahkan lebih, ma,um hal tersebut bukan untuk ditakuti secara berlebih dan panik hingga terjadi kericuhan. Apabila yakin dan optimis bumi ini akan pulih dari sakitnya dengan kesadaran manusia untuk hidup lebih sehat seperti digaungkan saat ini yakni hidup normal baru ‘New Normal’ dengan segala upaya keras lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar