Jumat, 08 Mei 2020

JAMAN GABUT


Oleh : Farij Nurmahdi

JAMAN GABUT | Media social tengah diramaikan oleh hadist yang menyatakan bahwa dukhon – kabut asap – akan muncul di pagi hari setelah subuh pertengahan bulan Ramadan tepatnya tanggal 15 hari jumat. Ini berarti pagi hari nanti tanggal 08 Mei 2020 adalah pembuktian benar atau tidak hadist yang disebarkan oleh oknum pembawa berita kepanikan.
Mungkin niatnya baik, mengingatkan agar masyarakat kembali memikirkan kebesaran Tuhan apalagi dengan adanya musibah pandemic yang melanda dunia dan mengingatkan kepada khalayak umum untuk waspada terutama bagi kaum muslim yang mewanti-wanti kedatangan hari akhir dimana tidak ada lagi adzan yang berkumandang.
Namun, penulis artikel hadist Nabi – ada yang membantah bahwa hadist itu palsu, redaksinya tidak jelas dan tidak relevan – yang telah disebar oleh masyarakat dunia maya tersebut juga keliru dan tidak kembali mengkoreksi tulisannya. Ia malah memberikan berita yang jauh dari nalar manusia, seolah peramal yang tahu akan datangnya hari akhir terlebih lagi tanggal 15 Ramadlan di hari jumat tidak hanya terjadi di tahun ini saja, sudah beberapa kali hari dan tanggal tersebut bersamaan.
Memang benar, terjadinya hari akhir akan adanya kabut asap tetapi tidak ada seorang pun yang tahu kapan terjadinya peristiwa tersebut (Wallahu’alam). Dukhon tidak bisa manusia biasa prediksikan kapan datangnya kecuali tanda-tandanya yang dibeberkan sebagai alarm atau peringatan.
Seyogyanya masyarakat harus lebih selektif dalam menyebarkan berita – apalagi hadist yang derajatnya tinggi setelah Al Quran – dan mempertanyakan redaksi berita tersebut dari mana asalnya, siapa yang penulisnya dan mengkoreksinya kepada ahli hadist.
Di jaman gabut sekarang semua orang bisa langsung share meski hanya melihat judul tanpa membaca seluruh berita dan jarang sekali orang yang mencari tahu kembali baik itu mencocokan dengan kitab-kitab yang berisikan hadist maupun kepada ahli hadist. Jangankan hadist, berita-berita politik pun banyak yang disebar tanpa ditelaah terlebih dahulu padahal bisa jadi itu hanya hoaks.
Inilah bahayanya jaman penuh fitnah, jaman dimana berit-berita bohong berseliweran apalagi negara Indonesia yang masyarakatnya minim daya baca. Asal ramai, asal seru atau bahkan asal-asalan tanpa dicerna tanpa disaring terlebih dahulu langsung main share dan tidak mau tahu dampak dari hal yang telah dilakukan.
Tetapi, walau postingan maupun video yang beredar mengenai adanya dukhon itu akan terjadi esok atau tidak, sisi positifnya adalah umat kembali mengingat atas kebesaran Tuhan di masa pandemic ini. Seberat apapun musibah akan ada masanya berakhir, dimana obat akan ditemukan, semua yang awal akan ada akhir dan terus berulang dalam lingkaran kehidupan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar